Blog ini membicarakan soal buku, bahasa dan dunia penerbitan secara khusus. Ini sebagai dedikasi kecintaan saya terhadap buku dan ilmu. Semoga bermanfaat untuk semua. Dalam masa yang sama ia juga merangkumi kembara kerjaya dan persoalan kehidupan.

Daku cuba mengisi waktu dengan puisi ini:

Dalam kepayahan kupasrah
Dalam gundah kumenyerah
Kugapai Cinta Agung
Dalam mengisi dimensi waktu.

Di bawah pula rangkap-rangkap pantun. Kalau indah, katakan indah. Kalau buruk, nyatakan demikian.

Indah sungguh berhelah madah,
Berhelah sarat jiwa bergetar;
Mengapa demikian berpatah lidah,
Bukankah balasan sudah dihantar?

Ombak beralun tidak menghempas,
Sambil berdayung ke Kuala Kedah;
Surat dinda sudah dibalas,
Mengapa cuba berpatah lidah?

Dayang Bunting warisan ibunda,
Keliling lautan ciptaan Yang Esa;
Apa dihairan suatu petanda,
Itulah hebat Yang Maha Kuasa.

Grafik: Api Greek atau Api Yunani yang menjadi senjata utama mengalahkan kepungan ke atas kota Konstantinopel oleh Khalifah Muawiyah bin Abu Sufian dan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik.

Mungkin berkaitan:
Perang Konstantinopel: Pendahuluan
Perang Konstantinopel (1)
Perang Konstantinopel (2)

Perang Konstantinopel (3)

Perang Konstantinopel (4)

Perang Konstantinopel (5)

0 comments:

top