Blog ini membicarakan soal buku, bahasa dan dunia penerbitan secara khusus. Ini sebagai dedikasi kecintaan saya terhadap buku dan ilmu. Semoga bermanfaat untuk semua. Dalam masa yang sama ia juga merangkumi kembara kerjaya dan persoalan kehidupan.

Photobucket

I like this book very much. As a fiction, the plot and content has a lot of things to ponder. I saw its movie too, but reading it is more fun. What I imagine during reading is as what has shown in the movie. I bought the 1st version of the international paperback copy and read the book 2 years ago.

Satu perkara saya mahu nyatakan di sini ialah, saudara Zaid Akhtar (penulis Salju Sakinah) mengingatkan saya mengenai desain kulit depan novel ini; juga menggunakan konsep mata, seperti mana novel-novel Islami Bahasa Melayu. Satu kebetulan atau mengapa?

6 comments:

Sabiah said...

Cuma lihat dari mata je kita boleh dpt gambaran awal tentang diri seseorang.Cthnya,bila jumpa org buat pertama kali.Kita lebih mudah ingat blk bila jumpa kali kedua dgn hanya lihat kpd mata org tersebut...

Sebab tu ada kata'Dari mata turun ke hati'.Dan mata tak pernah menipu...

Web Sutera said...

Assalamualaikum sdr Sabiah,

Ya, dari pandangan mata juga kadang-kadang membawa banyak fitnah :-).

Terima kasih atas kunjungan. Sudah lama tidak ke sini, bah?

Zaid Akhtar said...

Tuan,
ada lagi.
Novel MAYADA: Daughter og Iraq oleh Jean Sasson pun pakai ilustrasi berkonsep mata.

Web Sutera said...

Sdr Zaid,

Hehehe..Memang, saya kira, gambar mata menjadi antara makhluk yang mendapat perhatian. Terima kasih atas kunjungan.

saat omar said...

ya saya notice banyak cover buku sekarang menggambarkan mata. kenapa ya? ..mungkin trend terbaru kot. persoalan yang bagus.

Web Sutera said...

Sdr Saat,

Terima kasih atas komen. Trend? Mungkin. Tetapi yang kita tahu, buku-buku yang desainnya menggunakan mata wanita, laris sekali!

top